Blogger templates

Senin, 02 Desember 2013

PROFESOR DAN NELAYAN

 Suatu minggu ( jenuh rasanya menggunakan suatu hari) seorang proffesor pergi untuk melakukan penelitian disebuah pedalaman. sulitnya medan perjalanan memaksa profesor iniuntuk menempuh jalur lain yaitu sebuah sungai. tanpa berfikir panjang sang profesor segera mencari seorang nelayan untuk menyebrangi sungai tersebut.

         Selama perjalanan diatas kapal sang profesor bertanya kepada sang nelayan, " apakah bapak pernah belajar biologi?" dengan polos sang nelayan menjawab, " apa itu biologi? sejenis makanan ikan, ya?" dengan nada menggurui sang profesor menjawab," masak anda tidak tau apa itu biologu? itu artinya anda sudah kehilangan 20 % dari bagian hidup anda!" beberapa menit kemudia sang profesor kembali bertanya, " apakah bapak tahu apa itu fisika?" dengan minder sang nelayan menjawab, " yang pasti bukan makanan ikan, kan?" dengan nada yang meremehkan sang profesor menjawab," ckckckck,.. anda sama saja sudah kehilangan 50% dari bagian hidup anda!" selang beberapa waktu sang profesor kembali bertanya," kalau anda tidak tahu apa itu biologi dan fisika , anda tentu tahu tentang geografi, bukan?" sang nelayan menjawab ," saya memang idiot ,saya pun tidak tahu apa itu geografi." dengan tertawa terbahak-bahak sang profesor berkata," anda sudah betul-betul kehilangan 80% dari bagian hidup anda!"

         Sesaat sebelum sang profesor memberikan pertanyaan keempat, arus sungai mendadak berubah deras. derasnya arus membuat kapal bergoyang denan sangat keras. sang profesor tidak dapat menguasai keseimbangan dan terjatuh kedalam sungai. dengan panik sang profesor berteriak," LONTONG!! eh TOLOOOONNNGGGG!!!" dalam keadaan panik sang nelayan bertanya," anda tidak bisa berenang?" dalam keadaa tenggelam sang profesor menjawab," saya tidak bisa berenang!!!" dengan berani sang nelayan menjawab," kalau begitu anda sudah kehilangan 100% dari bagian hidup anda!"


Sumber :

Sepucuk Surat dari Ibu & Ayah



... Anak ku,
Ketika aku semakin tua ,Aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku
Suatu Ketika aku memecahkan piring atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatan ku berkurang
aku harap kamu tidak memarahiku...
orang tua itu sensitif, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak, ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengarkan apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf, anakku, aku semakin tua
Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun. seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil , untuk belajar berjalan. aku mohon jangan bosan dengan ku. Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan , seperti kaset rusak. aku harap kamu terus mendengarkan aku. 
Tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku. apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebua balon?
kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

... Maafkan juga bauku.Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.Tubuhu lemah....
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu...

Apakah Kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu.. karena kamu tidak ingin mandi, aku harap kamu bisa bersabar dengan ku , ketika aku selalu rewel. Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua.dan jika kau memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara, bahkan untuk beberapa menit
Aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara. Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil??
Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.Ketika saatnya tiba....
dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit. aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.

Maaf... kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan.aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. selaa beberapa saatterakhir dalam hidupku. aku mungkin , tidak akan bertahan lebih lama,.

Ketika waktu kematianku datang, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan ku kekuatan untuk menghadapi kematian. dan jangan khawatir,ketika aku bertemu dengan sang pencipta, aku akan berbisik padanya,.. untuk selalu memberikan BERKAH padamu karena kamu mencintai, Ibu dan Ayah Mu....
Terima kasih atas segala perhatianmu, nak...kami mencintaimu, dengan kasih yang berlimpah, IBU DAN AYAH