Blogger templates

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tabah Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita ?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia ? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepadanya. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah ?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk ?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama ?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya ?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang ?

Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita ?

Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru ?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan ?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti ?

SETIAP INDIVIDU ITU UNIK

Artikel ini saya tulis untuk mencoba menjawab pertanyaan para sahabat yang masuk via messages in box FB atau email saya. Terimakasih bagi sahabat yang telah mengajukan pertanyaan, sehingga kita bisa sharing yang semoga ada manfaatnya. Pertanyaan yang diajukan cukup panjang, namun akan saya kemukakan di sini intinya saja.

Inti pertanyaan yang dimaksud adalah :
1. Apakah manusia itu dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama atau berbeda ?
2. Tentang kreativitas seseorang, kenapa antara yang satu dengan yang lain berbeda, kenapa ada yang "wah" dan ada yang "biasa-biasa" saja ?
3. Kenapa ada yang bisa menciptakan peradaban dan teknologi tinggi, tapi ada yang belum bisa demikian bahkan terbelakang. Apa karena makanannya, lauknya, minumannya, orangtua atau keluarganya,atau semua itu karena takdir ?
Begitulah kira-kira rasa penasaran yang diungkapkan oleh para sahabat tersebut.

Kemajuan hidup bisa kita peroleh dari seberapa besar atau seberapa sulit pertanyaan yang ingin kita jawab dalam kehidupan ini. Maksudnya diri kita yang menjadi jawaban pertanyaan kita sendiri. Misalnya pertanyaan, "Apakah semua orang memiliki kesempatan sukses yang sama ?" Kita bisa menjawabnya dengan apakah diri kita bisa sukses dengan segala hambatan dan keterbatasan yang ada. Jika kita bisa menjadi diri yang "sukses" maka pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya. Demikian juga sebaliknya, jika ternyata "gagal", pasti kita juga memiliki data penyebab kenapa kita "gagal".

Untuk mulai menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengutip apa yang pernah dikatakan Buckminster Fuller sebagai berikut: All children are born geniuses; 9.999 out of every 10.000 are swiftly inadvertently degeniusized by grownups.

Jadi sebenarnya pada awalnya kita semua sebenarnya memiliki kejeniusan atau bisa dikatakan, memiliki kemampuan otak yang sama. Namun sayang, seiring dengan pertumbuhan, kejeniusan itu terkikis atau menjadi terpendam secara tidak disadari karena pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga, masyarakat dan terutama pendidikan.

Untuk lebih jelasnya, saya akan mendongengkan sebuah kisah :

Alkisah, di sebuah hutan (sebut saja Alas Roban) yang dihuni beragam jenis hewan.. Menteri pendidikan Alas Roban memberlakukan kurikulum sekolah yang sama untuk semua jenis hewan. Semua penghuni Alas Roban dianggap sama, sehingga harus belajar pelajaran yang sama dengan porsi yang sama pula.

Maka di sekolah, ketika pelajaran memanjat pohon, sang harimau dengan mudah naik, sementara itik harus bersusah payah memanjat dan tidak juga berhasil. Si monyet juga hampir menangis ketika mengikuti pelajaran menyelam, sementara katak dengan mudahnya masuk ke air. Demikian juga harimau, hampir tenggelam ketika mati-matian mengikuti pelajaran renang, sementara itik dengan gembiranya beranang di atas air. Ketika pelajaran bergantung di pohon, monyet dengan senangnya berayun-ayun di dahan, sementara si buaya dengan susah payah hanya bisa meraba-raba akarnya. Begitu seterusnya, dengan hewan-hewan lain hingga lambat laun mereka lupa tentang keahlian unik yang ada pada dirinya sejak lahir karena harus mempelajari sesuatu yang bukan bakat atau bidangnya, dan terkadang dipaksakan. Akhirnya, itik menjadi tidak bisa berenang, katak lupa dengan keahliannya menyelam, monyet lupa caranya memanjat pohon, dan harimau hanya bisa mengaum...

Demikianlah sekelumit kisah itu...

Dahulu kita menjalani masa pertumbuhan. Karena kita dianggap sama dengan yang lain dan harus belajar sangat banyak hal yang belum tentu itu sesuai dengan keunikan diri kita, akhirnya jadilah diri kita yang sekarang yang ketika ditanya, "Apa cita-citamu ?" Kita hanya geleng-geleng kepala. "Apa bakat atau talentamu ?" Kita juga menjawab, "Tidak tahu...".

Yang harus kita pahami di sini adalah keunikan diri yang masing-masing pribadi berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun, tidak bisa disamakan dalam segala hal. Tetap saja ada perbedaan bawaan lahir yang harus diperhatikan.

Adi W. Gunawan dalam artikelnya yang berjudul "Born To Be A Genius but Conditioned To Be An Idiot", menjelaskan bahwa anak dilahirkan dengan potensi menjadi seorang jenius, namun proses pendidikan yang salah telah membuat anak tidak mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Kita tidak menyadari potensi diri yang sesungguhnya. Kalaupun kita tahu dan sadar akan potensi ini, kita merasa tidak mampu untuk mengembangkannya secara optimal. Hal di atas, masih menurut Pak Adi, menyebabkan anak memiliki konsep diri yang buruk. Adapun ciri-cirinya yaitu:

Pertama, anak tidak atau kurang percaya diri.
Kedua, anak takut berbuat salah.
Ketiga, anak tidak berani mencoba hal-hal baru.
Keempat, anak takut penolakan.
Kelima, anak tidak suka belajar dan benci sekolah.

Kemungkinan besar karena proses pendidikan dan pengaruh lingkunganlah, kita yang pada awalnya memiliki kejeniusan yang sama, namun setelah dewasa menjadi berbeda kualitasnya. Bisa diibaratkan seperti benih tanaman, jika ia tumbuh di tanah yang subur dengan iklim yang sesuai maka bisa dipastikan tanaman itu akan tumbuh seperti yang diharapkan. Beda kasusnya jika meskipun benih unggul, impor pula, namun jika ditanam di tanah yang tandus dan iklimnya tidak sesuai maka bisa dipastikan benih itu tidak akan tumbuh atau mati. Sebagai contoh, saya juga pernah mencoba menanam pohon apel di depan rumah, namun akhirnya mati juga. Ya, karena struktur tanah dan iklim di daerah saya bukanlah tempat yang tepat untuk menanam apel.

Tentang kreativitas seseorang atau suatu bangsa sekalipun; kenapa ada yang bisa menciptakan teknologi tinggi sementara yang lain tidak demikian, menurut saya itu karena kebudayaan, sejarah sosial dan ekonomi, sistem pendidikan, nenek moyang dan nilai hidup yang dianut masing-masing orang atau bangsa itu berbeda. Kita tidak bisa menyamakan diri dengan bangsa Amerika, Eropa ataupun Jepang karena bangsa kita juga memiliki ciri khas sendiri. Bangsa kita dijajah sekitar 3,5 abad dan dahulu berasal dari kerajaan-kerajaan yang bernuansa Hindu, Budha dan Islam. Nenek moyang kita juga petani dan pelaut sesuai dengan keadaan alam Indonesia. Jadi kita boleh kagum dengan Amerika yang bisa membuat satelit, roket dan mendaratkan manusia di bulan, namun kita juga tidak boleh melupakan Candi Borobudur yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia.

Kita mungkin kagum dengan bangsa Jepang yang bisa merajai dunia industri elektronik dan kendaraan bermotor, namun kita juga harus bangga memiliki kekayaan budaya dan etnik yang beragam. Mungkin rasa bangga kita kian sirna karena kepribadian kita sebagai bangsa yang besar telah tenggelam oleh laju globalisasi, dan lupa bahwa kita juga memiliki keunikan tersendiri. Hanya kita belum mengoptimalkannya, dan lebih memilih meniru budaya atau teknologi dari luar yang kita nilai lebih canggih. Boleh-boleh saja kita melakukan alih teknologi agar tidak terlalu ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa negara kita juga masih berbasis pada pertanian dan kelautan; jika kita masih mau melihat potensi alam kita yang ada di ribuan pulau dan luasnya perairan laut yang kita miliki.

Adapun tentang makanan, lauk, minuman, orangtua atau keluarga, menurut saya tidak ada kolerasinya secara langsung dengan "keluarbiasaan" seseorang atau suatu bangsa. Kita bisa bercermin diri mengapa bangsa kita masih tertinggal dari bangsa lain, mungkin itu karena kita sebagai bangsa masih malas, kurang belajar, terlalu pasrah pada keadaan, dan kurang maksimal menggunakan kejeniusan otak kita. Saya juga sering mendengar gurauan bahwa kalau otak manusia itu ada yang menjual maka yang paling mahal adalah otak orang Indonesia. Tahu alasannya? Katanya karena otak orang Indonesia masih orisinil, dengan artian "tidak pernah atau jarang dipakai". Sungguh menyedihkan ya...

Atau semua itu karena takdir ?

Apalagi yang ini, tentu tidak masuk akal. Kata seorang guru saya, "Takdir akan turun jika kita telah berusaha semaksimal mungkin". Jadi tentang hal ini tidak usah dibahas lebih jauh.

Ada tertulis "...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..."

Demikianlah jawaban yang dapat saya kemukakan. Jadi, sudah seharusnyalah kita bisa memahami keunikan diri kita masing-masing. Melihat bahwa kita-sebagai individu maupun bangsa-memiliki potensi dan keunggulan tersendiri yang bisa kita berdayakan agar bisa menjadi manusia atau bangsa yang luar biasa.

Jika kita berfokus pada kelebihan yang melekat pada diri kita maka kemajuan bisa kita peroleh, namun jika kita hanya melihat kekurangan atau keterbatasan yang ada pada diri kita, bisa dipastikan kemajuan atau kesuksesan akan semakin jauh dari jangkauan kita.

Semoga bermanfaat!

sumber :

FOUR HUMAN CHARACTER AND SIX PILLARS OF CHARACTER BUILDING

4 karakter manusia

Ada 4 kombinasi karakter manusia dalam menjalani kehidupan ini :
1. Manusia pesimis + pasif
2. Manusia pesimis + aktif
3. Manusia optimis + pasif
4. Manusia optimis + aktif.

Sesuai dengan hakekat kombinasinya, tentu akan berbeda dalam mengatasi persoalan dan memandang masa depan.
1. Manusia dengan karakter pertama, akan memandang suram setiap permasalahan dan masa depannya, namun anehnya dia tetap berdiam diri.
2. Si karakter kedua, lebih baik. Sayangnya karakter aktif yang dimilikinya, bisa hanya membuang-buang energi saja karena aktivitas yang dijalankannya, lebih dilandasi oleh sifat pesimis.
3. Sedangkan manusia dengan karakter ketiga juga lebih baik daripadasi karakter pertama. Akan tetapi optimisme tanpa aktivitas, lebih berwujud mimpi belaka.
4. Tentu tipe keempatlah yang paling baik dari semuanya. Tipe inilah yang harusnya dimiliki oleh setiap insan. Karena, manusia berkarakter optimis aktif adalah manusia yang tabah menghadapi masalah dan punya jalan keluar untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapinya. Baginya, justru permasalahan dan bencana adalah sesuatu yang harus dilewati dalam kehidupan manusia, yang akan memperkuat karakter dirinya. Sebab, tanpa permasalahan, maka dia tak akan bisa mengaktualisasikan diri sendiri.

Itulah sebabnya, orang yang optimis dan aktif, secara minimal akan bertahan saat bertemu permasalahan dan cobaan. Secara maksimal, justru dia akan menjadi pemenang.

SIX PILLARS OF CHARACTER BUILDING

Trusworthiness
• Jadilah orang yang jujur
• Jangan berbohong, mencuri hasil karya orang lain (nyontek)
• Jadilah orang yang dapat dipercaya – lakukan apa yang dijanjikan akan dilakukan
• Miliki keberanian untuk melakukan yang benar
• Bangunlah reputasi yang baik
• Miliki loyalitas – dalam membela kepentingan keluarga, teman dan bangsa

Respect
• Perlakukan orang dengan rasa hormat
• Miliki sikap toleran atas perbedaan-perbedaan
• Gunakan sikap dan tutur kata yang baik jangan kasar
• Pertimbangkan perasaan orang lain
• Jangan mengancam, memukul atau melukai orang
• Ungkapkan kemarahan atau ketidak setujuan dengan cara damai

Responsibility
• Lakukan apa yang seharusnya dilakukan
• Bertekun: jangan mudah menyerah !
• Selalu lakukan yang terbaik
• Gunakan pengendalian diri
• Miliki kedisiplinan diri
• Berpikir sebelum bertindak – pikiran konsekuensinya
• bertanggung jawablah atas segala pilihan

Fairness
• Bermain dengan aturan
• Tunggu giliran dan hormati hak orang lain
• Miliki cara pikir yang terbuka – dengarkan orang lain juga tentunya
• Jangan mengambil keuntungan atas penderitaan atau kekalahan orang lain
• Jangan menyalahkan orang lain secara serampangan

Caring
• Bersikaplah baik
• Miliki belas kasih dan tunjukan kepedulian
• Ungkapkan dengan nyata rasa terima kasih
• Maafkan orang lain
• Bantulah orang lain dalam keperluan mereka

Citizenship
• Lakukan bagian tanggung jawab atau tugas untuk membuat masyarakat disekitar jadi lebih baik
• Bekerjasamalah
• terlibatlah dalam kegiatan masyarakat
• Tetaplah ikuti perkembangan: ambil bagian
• Jadilah tetangga yang baik
• Taati hukum dan peraturan-peraturan
• Hormati Pemerintah
• Pelihara lingkungan sekitar

Sebenarnya hidup ini adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas, hidup terus menerus berubah, kesuksesan hari ini bukan berarti besok kita akan tetap sukses, sebaliknya kegagalan hari ini bukan berarti besok kita akan gagal lagi, semua tergantung kita sendiri. Tidak mudah tunduk pada nasib. siap berjuang lebih keras , Terus belajar dan terus membenahi diri.

Mari kita melangkah di tahun 2011 ini dengan kunci tiga berani, yakni :
1. Berani memastikan target
2. Berani mulai melangkah
3. Berani mewujudkannya sampai sukses.

Success is our destination...!

sumber :

MENGENAL KARAKTER DIRI

Karakter yang lemah, seperti sikap minder, kurang percaya diri, tidak mandiri, dan malas, biasanya menyebabkan potensi yang ada tidak tergali dan tidak berkembang. Begitupun karakter yang buruk, seperti sikap egois, serakah, licik, dan materialistis, akan membuat kekuatan dan kemampuan yang telah ada tidak membawa dampak dan manfaat yang luas bagi kepentingan maupun kemajuan umat manusia.

Kenapa karakter begitu penting?

Karena dengan karakter kita dapat menemukan:
1. Kualitas dari kehidupan
2. Nilai dari kehidupan
3. Benih dari kesuksesan
4. Sikap mental yang terlatih menghadapi tantangan
5. Kekuatan dalam diri untuk bertahan dan menang
6. Hikmah dari kegagalan dan sukses
7. Ketulusan dari dalam hati
8. Filosofi sebagai prinsip untuk bertindak sportif
9. Pengembangan mental yang kokoh
10. Hubungan erat yang terbentuk antara kita dengan Tuhan.

Karakter seseorang akan terlihat ketika dia berada dalam situasi:
1. Tekanan
2. Tantangan
3. Masalah-masalah
4. Pencobaan
5. Kesulitan

Karakter adalah kualitas dari kehidupan
Kualitas dari kehidupan bukan berarti seseorang harus sukses, kaya, pintar atau mempunyai status yang baik. Kualitas dari kehidupan didasarkan oleh karakter yang kuat. Karakter digunakan sebagai dasar atau prioritas dalam hidup.

Seseorang tidak akan mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan, tetapi jika ia menempatkan karakter sebagai dasar, kita dapat mengatakan bahwa kehidupan ia akanjauh lebih bersinar dibandingkan dengan individu lain yang melakukan hal sebaliknya.

Kepribadian adalah sebuah jalan kehidupan atau etika kehidupan yang dapat terlihat atau dirasakan oleh orang lain yang berada di sekitar individu tersebut. Kepribadian tidak dapat menggambarkan karakter sebenarnya dari individu. Kualitas kepribadian dapat memimpin seseorang menjadi sukses tetapi hanya kualitas karakter yang dapat membuat seseorang tetap berada di atas kesuksesannya.

Karakter itu terdiri dari empat hal :
1. Karakter lemah; misalnya penakut, tidak berani mengambil risiko, pemalas, cepat kalah, belum apa-apa sudah menyerah, dan sebagainya.
2. Karakter kuat; contohnya tangguh, ulet, mempunyai daya juang yang tinggi, atau pantang menyerah.
3. Karakter jelek; misalnya licik, egois, serakah, sombong, pamer, dan sebagainya.
4. Karakter baik; seperti jujur, terpercaya, rendah hati, dan sebagainya.

Dari kuadran karakter tersebut ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan.
1. Karakter buruk bertemu dengan karakter lemah, ini tidak berbahaya. Karena orang yang berniat jahat, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya.
2. Karakter baik bertemu dengan karakter lemah, ini yang banyak ada pada diri kita. Kebanyakan dari kita mempunyai sifat-sifat yang baik, tetapi tidak mempunyai etos yang tinggi untuk mengembangkan diri.
3. Karakter buruk bertemu dengan karakter kuat. Karakter ini yang sangat berbahaya karena dia mempunyai sifat yang buruk dan gigih serta ulet di dalam melakukan kejahatannya.
4. Karakter baik bertemu dengan karakter kuat. Karena karakter ini yang mempunyai sifat baik dan etos yang tinggi untuk berkembang dan mengubah ke arah yang lebih baik.

Bagaimana orang lain melihat kita?
Orang lain melihat dan menilai kita dari:
1. Cara kita berpakaian
2. Cara kita berjalan
3. Cara kita berbicara
4. Cara kita melihat
5. Cara kita duduk
6. Cara kita makan dan minum
7. Cara kita bekerja
8. Cara kita berjabat tangan
9. Cara kita menata rambut
10. Dari keseluruhan penampilan kita
Semua poin di atas adalah kondisi fisik yang dapat terlihat dari luar dan semuanya dapat diatur atau mungkin dikamuflase.

Memanipulasi diri melalui penampilan luar.

Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut, yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika.

Bagaimanapun ketika, orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik, maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan, tantangan atau masalah-masalah.

Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran, pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu.

Waktu adalah cara pengujian yang ampuh

Secara normal, kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek, misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orang-orang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Tidak ada orang yang dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya, karena dari cara dia berbicara, bertindak dan merespon, kita dapat mengidentifikasi karakter dia.

Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita.

Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter, kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman, sehat dan bahagia. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya.

sumber :

BAGAIMANA MENJADI DIRI SENDIRI ?

Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.

Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”

Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.

Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaab. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.

Diri Anda adalah Anda dengan segala keunikan dan potensi yang Anda miliki. Menjadi diri sendiri adalah Anda tetap dalam keunikan Anda, tanpa harus mengikuti siapa pun.

Anda pasti pernah dengar kata-kata bijak yang berbunyi, "Jadilah diri sendiri!". Jika didengar sekilas, kata-kata tersebut seakan tak bermakna. Padahal jika mau menghayatinya, kata-kata tersebut cukup ampuh untuk pembentukan diri yang akan mempengaruhi kelangsungan karir Anda. Menjadi diri sendiri membuat Anda memiliki fondasi kepribadian yang kuat. Memang, untuk menjadi diri sendiri tidaklah mudah. Ada beberapa faktor yang berperan dalam hal ini. Artinya, ada sejumlah syarat dalam pembentukan diri sendiri antara lain ;

1. JADILAH PRIBADI YANG BERBEDA

Sadarilah bahwa Anda berbeda dengan orang lain, baik secara fisik maupun psikis (kejiwaan). Setiap orang memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Hal ini menyiratkan bahwa di satu sisi Anda memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain tetapi di sisi lain Anda juga mempunyai kekurangan dibanding orang lain. Kesadaran seperti ini akan membantu Anda merasa aman dan nyaman dalam menerima kondisi Anda yang sesungguhnya. Anda tidak merasa risau dengan keberadaan orang lain. Dan hal ini akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri Anda.

Kemudian setiap manusia memiliki potensi. Potensi yang bisa digunakan untuk meraih sukses sesuai dengan keunikannya masing-masing. Untuk menjadi diri Anda sendiri, Anda harus mengoptimalkan semua potensi diri Anda, tanpa harus merubah keunikan Anda atau mengikuti orang lain. Saat keunggulan unik Anda belum dimunculkan secara optimal, maka Anda belumlah menjadi diri sendiri. Mungkin baru setengahnya, atau bahkan seperempatnya, atau baru 10 persen ? Bahkan kurang ?

2. KENALILAH DIRI SENDIRI

Secara fisik Anda tentu telah mengenali diri Anda dengan baik. Misalnya berapa tinggi dan berat tubuh Anda, apa warna rambut dan kulit Anda, atau bagaimana bentuk mata Anda. Anda tentu juga mengetahui secara pasti tempat dan tanggal lahir Anda, dimana tempat tinggal Anda, dan apa pekerjaan Anda. Tetapi hal-hal fisik ini tidak cukup untuk mengenali diri sendiri. Anda
dituntut untuk mengenali hal-hal yang bersifat non-fisik seperti bagaimana sifat, watak, kebiasaan, dan kepribadian Anda. Dari hal-hal seperti inilah kualitas diri Anda terbentuk.

3. JANGAN MENYESALI DIRI

Setiap orang tak lepas dari kelemahan dan kekurangan. Namun jangan sekalipun menyesalinya. Tak perlu repot membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain. Toh disamping kekurangan, Anda juga punya potensi lain dan kelebihan. Dan jangan sampai Anda menempuh 'jalan pintas' untuk merubah diri Anda. Lebih baik gali kelebihan Anda untuk menutupi kekurangan Anda.

4. EVALUASI DIRI

Lakukan evaluasi terhadap diri sendiri untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap berbagai hambatan maupun hal yang memperlancar kesuksesan Anda. Ini mencakup berbagai aspek baik fisik maupun non fisik. Misalnya bagaimana cara bicara dan berpakaian Anda, bagaimana sifat dan karakter Anda. Jika Anda merasakan kekurangan di satu sisi maka Anda harus berusaha membenahinya. Mintalah bantuan orang lain yang mengenal Anda untuk mengevaluasi diri. Jadi Anda akan mendapatkan penilaian obyektif tentang diri Anda dan hal ini bisa menjadi masukan berharga bagi pengembangan diri.

5. HARGAI DIRI SENDIRI

Berpikirlah positif tentang diri Anda. Sekalipun Anda punya kekurangan, Anda tidak boleh menilai buruk dan membenci diri sendiri. Jika Anda selalu dibayang-bayangi kelemahan Anda, Anda akan kesulitan menerima dan menghargai diri sendiri. Maka Anda harus memulainya dari diri Anda. Jika Anda saja sudah tidak menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain ?

6. PERCAYA DIRI

Pede atau rasa percaya diri yang Anda miliki bisa menjadi modal dasar dalam menerima diri sendiri. Anda dapat menerima diri Anda sendiri dalam segala suasana dan kondisi apapun. Kepercayaan diri ini memudahkan Anda menjadi diri sendiri. Karena Anda memiliki kebanggaan yang bersifat pribadi terhadap diri. Tapi tentu saja Anda tidak bisa puas hanya dengan rasa pede. Lebih jauh, Anda juga harus terus menggali dan meningkatkan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa pede Anda.

Terlepas dari hal-hal di atas, Anda harus didukung oleh sikap dan pemikiran yang realistis. Artinya Anda harus menyadari bahwa Anda tidak mungkin bisa menyamai orang lain, baik fisik, kepandaian, ataupun kesuksesannya. Anda juga bisa mencapai sukses namun bukan kesuksesan seperti yang orang lain capai. Ingatlah, apapun adanya diri Anda, Anda harus menerima dan menghargai
diri sebagai pribadi yang memiliki segala kekurangan dan kelebihan. Yang penting, Anda dapat menggali kelebihan Anda sendiri tanpa mencontek kelebihan orang lain. Dengan demikian, Anda akan menjadi pribadi yang kuat dan bersahaja. Dan sukses pun siap Anda gapai....!

Mana bisa menjadi diri sendiri yang seutuhnya jika kita belum mengoptimalkan potensi diri kita seutuhnya ?

Kita tidak pernah tahu sampai dimana potensi diri kita. Namun sejauh mana pun kita sudah mengoptimalkan potensi diri saat ini, kita masih bisa terus meningkatkannya. Anda masih bisa lebih baik dari saat ini, sesukses apa pun Anda saat ini. Tidak ada yang namanya pencapaian puncak dunia ini, yang ada adalah puncak penciptaan diri kita yaitu di akhirat nanti, saat bertemu dengan Sang Maha Pencipta segala....

Jadilah diri sendiri ! Be your self !

sumber :

MAKNA SABAR

Sabar, syukur, dan ikhlas merupakan tiga kata yang ringkas dan ringan diucapkan, tetapi berat dipraktikkan. Meskipun berat, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk meraih sifat sabar, syukur, dan ikhlas. Begitu pentingnya, sehingga sabar, syukur, dan ikhlas bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar lagi.

SABAR, kata para ahli bahasa, secara harfiah berarti “bertahan” atau “menahan diri”. Sebuah sifat mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang, dalam status dan peran apa pun.

Sabar merupakan sifat mulia dan disukai Allah. Dengan kesabaran jiwa seseorang tidak akan lemah dalam menghadapi berbagai bentuk ujian dan cobaan. Sabar dapat membuat seseorang tidak patah semangat dalam menghadapi goncangan dan kesulitan dalam hidup, dan sabar juga merupakan ukuran taqwa dan iman seseorang.

Disisi lain sabar mempunyai dua macam makna ;
1. Sabar yang berarti lapang dada dan tabah dalam menghadapi segala kasus, problematika, musibah dan ujian yang menimpa diri,
2. Mushabarah yang berarti tabah dan teguh menghadapi persaingan dalam memperjuangkan suatu cita-cita. Disinilah kita diuji apakah kita mampu menghadapi persaingan, teguh mempertahankan prinsip dan lebih tabah dalam menjalaninya

Sabar dapat dibagi dalam tiga hal, yakni ;
1. Sabar dalam mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.
Kita harus bersabar untuk membiasakan sesuatu yang baik dan benar. Meskipun ”yang baik dan benar” itu tidak selamanya dianggap wajar oleh semua orang. Bahkan – konon kabarnya – orang yang selalu membiasakan yang baik dan benar harus rela menjadi seseorang dan sekelompok orang yang terpinggirkan, hanya karena menyempal dari kebiasaaan mayoritas. Dia bersama dengan kelompoknya harus bersedia menjadi ghurabâ’, sekelompok manusia yang – kata Nabi s.a.w – selalu melakukan ishlâh (perbaikan diri dan komunitasnya) untuk kepentingan kemanusiaan-universal, di ketika mayoritas (manusia) sedang menikmati sistem dan b budaya korup. Rasa haus dan lapar – sebagai media untuk memahami realitas sosial-kemanusia – dalam berpuasa bagi setiap muslim sudah seharusnya menjadi tindakan yang proaktif yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, — disamping menjadikan dirinya semakin dekat kepada Allah, juga benar-benar berimplikasi pada lahirnya tindakan kepedulian-sosial untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial-kemanusiaan yang tidak pernah sepi (selalu) berada di hadapannya. Di sinilah doktrin amar ma’ruf menemukan implementasinya.

2. Sabar dalam menghadapi dorongan hawa nafsu yang tidak baik.
Kita harus bersabar untuk tidak melakukan kemungkaran. Tindakan proaktifnya adalah: melawan segala tindakan yang merugikan diri dan semua orang. Seorang muslim yang memiliki sikap sabar, tidak akan pernah berputus asa untuk melaksanakan misi kerahmatan Islam, menuju visi yang sama: menggapai rahmat Allah (dalam pengertian yang lebih substantif). Seperti pesan-moral Nabi s.a.w.: ”tidak pernah ada kata putus asa (bagi setiap muslim) untuk menggapai rahmat Allah”. Setiap muslim (sudah seharusnya) memiliki kesabaran untuk mengupayakan wujudnya rahmat Allah di tengah-tengah umat manusia, dengan selalu peduli untuk ber”nahi munkar”. Dengan kata lain, kita (setiap muslim) wajib bersabar untuk terus melawan segala bentuk kemungkaran, oleh siapa pun kepada siapa pun.

3. Sabar dalam menghadapi musibah atau cobaan yang datang dari Allah.
Kita harus bersabar terhadap takdir Tuhan. Sabar di sini adalah ridha terhadap semua kejadian yang menimpa diri kita, yang berarti imsâk dari sikap mengeluh, apalagi menyesali setiap perolehan dari Allah, dengan sikap dan tindakan yang serba-positif. Dengan demikian sabar adalah melakukan refleksi-kritis terhadap berbagai hal yang menimpa diri kita. Karena betapa pun Allah (dengan segala kebijakan dan keberpihakan-Nya terhadap diri kita) tidak akan pernah sekali pun bersikap zalim terhadap hamba-Nya. Bahkan kita perlu berkontemplasi dengan selalu bertanya: peringatan, ujian dan nikmat-terselubung apa yang tengah diberikan oleh Allah terhadap diri kita, di saat musibah silih-berganti menyapa diri kita? Inikah pelajaran terbaik dari Allah pada diri kita, setelah kita terlalu banyak lupa untuk mengingat-Nya?

Sabar bukan berarti menyerah atau kalah terhadap keadaan yang dihadapi tanpa daya upaya dan kesungguhan, melainkan mengerahkan seluruh kemampuan, daya dan tenaga yang ada untuk menghadapi persaingan, penderitaan dan kepahitan hidup. Kesabaran tidak selalu harus dimaknai sebagai sikap “pasif”, pasrah terhadap keadaan, menerima apa adanya, yang selanjutnya bahkan sering dipersepsi (secara tidak tepat) sebagai sikap “qana’ah”. Lebih bermakna dari itu semua, kesabaran sudah semestinya dipandang sebagai sikap proaktif untuk mengubah keadaan “menjadi serba lebih baik”.

Orang yang sabar lebih dapat merasakan ketenangan, keluasan berfikir dan kedalaman menganalisa masalah. Dengan kesabaran seseorang dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan akan segala kerugian yang mungkin menimpa dirinya karena kekeliruan yang tidak diperhitungkan. Selain dari ketenangan, orang yang sabar akan memperoleh banyak teman dan mudah dekat dengan orang lain, sekalipun mereka membencinya.

Konon kabarnya, seseorang yang tengah menghadapi rintangan yang berat, terkadang hati kecilnya membisikkan agar ia berhenti (berputus asa), meski yang diharapkannya belum tercapai. Dorongan hati kecil itu selanjutnya menjadi keinginan jiwa. Dan jika keinginan itu ditahan, ditekan, dan tidak diikuti, maka tindakan ini merupakan pengejawantahan dari hakikat sabar yang mendorongnya agar tetap melanjutkan usahanya walaupun harus menghadapi berbagai rintangan yang berat. Dia akan terus berproses untuk menjadi apa dan siapa pun yang dicita-citakannya dalam suka dan duka, dengan cara apa pun yang terus ia cari dalam bentuk kreativitas untuk selalu berbuat sesuatu, kapan dan di mana pun.

Betapa pun sulitnya kita menanamkan sikap sabar ke dalam diri kita, kesabaran (yang merupakan energi dan kekuatan diri kita) harus selalu melekat pada setiap pribadi. Dengan kesabaran yang tinggi, seseorang pasti akan selalu tabah dan ulet dalam mengarungi bahtera kehidupan yang sangat fluktuatif, kadangkala mendaki, menurun, terjal, datar, dan kadangkala pula sangat licin. Kadangkala di atas, kadangkala di bawah, kadangkala dalam posisi dan jabatan yang tinggi, dan kadangkala tidak memiliki jabatan sama sekali. Sabar pada hakikatnya bukanlah sesuatu yang harus ditunjukkan dengan keluhan, penyerahan-diri, dan bukan pula sikap pasif untuk tidak beraktivitas apa pun. Sabar harus menjadi instrumen untuk membangun ketangguhan dalam melakukan sesuatu yang serba-positif, ketika berhadapan dengan rintangan dan tantangan. Justeru, bagi setiap orang yang bisa bersabar, rintangan dan tantangan dijadikannya sebagai suatu peluang dan kesempatan untuk semakin dinamis dalam mempersembahkan yang terbaik dalam kehidupannya.

Dalam kehidupan, kita harus selalu berpikir untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan dan melahirkan kreativitas dengan spirit kesabaran. Kesabaran untuk meraih Sesutu yang terbaik kadangkala membutuhkan waktu yang cukup panjang dan tidak cukup dengan satu kali cobaan, sehingga seseorang semakin terbukti dan teruji.

Seseorang yang memilik kesabaran tidak pernah akan mengeluh karena panjangnya waktu yang dilalui untuk meraih kesuksesan. Dia juga tidak pernah bosan untuk menghadapi tantangan. Dan kita pun bisa berkesimpulan, bahwa kesabaran dalam tiga dimensinya harus selalu ada pada setiap pribadi :
1. Sabar dalam pengertian berkemauan dan berkemampuan menempuh laku imsâk ketika menghadapi godaan setan yang selalu membujuk untuk bermaksiat, dengan satu kesedian untuk mengatakan “tidak“ terhadap setan, di ketika mereka membujuknya untuk mengkhianati Allah dan Rasul-Nya.
2. Sabar dalam pengertian berkemauan dan berkemampuan menempuh laku imsâk untuk berbuat baik dan benar, dengan satu kesediaan untuk mengatakan “ya“ terhadap semua pertintah Allah dan Rasul-Nya.
3. Sabar dalam pengertian berkemauan dan berkemampuan menempuh laku imsâk di ketika menghadapi musibah, dengan berkemauan dan berkemampuan untuk mengendalikan emosi, sehingga tidak sampai bersikap putusasa dalam menghadapi semua persoalan hidup, betapa pun beratnya, dengan satu kesediaan untuk mengatakan “innâ lillâ wa innâ ilaihi râji’ûn“ (semuanya milik Allah, dan pasti (hanya akan) kembali kepada-Nya).

Setelah kita pahami esensi sikap sabar yang kita miliki, kita pun bisa bertanya kepada diri kita : Kenapa harus pesimis ? Dengan sikap sabar (yang proporsional), masa depan akan selalu kita hadapi dengan sikap optimis !

Akhirnya…… kunci sukses dalam menghadapi segala ujian adalah bersikap sabar dan berpasrah diri pada Yang Maha Kuasa karena ketentuan segala sesuatu ada di tangan Nya……..


Jumat, 28 Desember 2012

Salah Satu Rahasia Terkenal

 Apa sih Rahasia Supaya kita bisa terkenal
ini merupakan salah satu rahasianya
yaitu ciptakanlah passion, nah...
salah satu passion yang paling bagus untuk kalian buat yaitu ada disini...

Penasaran???????????????

langsung saja lihat info nya.....

Jangan dibaca lagi jika memang tidak minat belajar

Bekasi Hypnotist Communty Membuka Pelatihan Basic hipnotis ( hipnotis tingkat dasar ).

TEMPAT & TGL PELATIHAN:
Hari : Sabtu, 8 juni 2013
Jam : 15.00 – 22.00
Tempat : Cafe Palazzo Villa Mutiara gading 2, Bekasi



Apa yang anda dapatkan dalam pelatihan ini?

melalui pelatihan  ini anda diharapkan dapat :

1. Membenarkan presepsi yang salah tentang hipnosis
2. Dapat melakukan hipnosis dengan baik dan benar
3. Dapat melakukan stage hypnosis
4. dan lain-lainnya

Interaktif karena pelatihan terdiri dari 25% Teori dan 75% praktek


Materi pelatihan :
--------------------

* Pendahuluan
* Penjelasan tentang Hypnosis
* Pembenaran tentang presepsi yang salah mengenai Hypnosis
* Struktur dasar Hypnosis
* Sugestibility Test
* Teori Gelombang Otak
* Induction
* Stage Hypnosis
* Re-Hypnotisation
* Dan materi-materi menarik lainnya

Interaktif karena workshop terdiri dari 25% Teori dan 75% praktek

Prakteknya adalah Hands on Workshop(Praktek antar peserta) agar peserta mampu dan berani untuk melakukan teknik-teknik yang diajarkan.


Investasi Pelatihan :
-------------------------

Normal : Rp 750.000/peserta

Early Bid Sebelum Tanggal 1 juni 2013 Rp. 500.000/peserta
Setelah tanggal 1 juni 2013 Rp. 600.000/peserta

Bayar ditempat dikenakan harga normal

Pelajar / Mahasiswa : Rp. 400.000/peserta


Pendaftaran :
-------------------
DP sebesar Rp. 100.000/peserta (Via Transfer Bank BRI), dan dapat melakukan pelunasan sisanya di tempat sebelum acara dimulai


Dress Code:
----------------

Bebas , Rapih , dan Sopan



Syarat :
----------

Minimal SMA dan tidak memiliki kelainan dalam berkomunikasi Verbal , Visual , dan Pendengaran.


Catatan :
--------------

* Untuk pelajar/

mahasiswa,diharuskan membawa kartu tanda pengenal mahasiswa/pelajar ketika datang di acara

* Bisa adakan privat juga


Investasi/Pembayaran pada Tgl 8 juni 2013
HARGA KEMBALI NORMAL menjadi Rp.750.000,-

JIKA ANDA CERDAS, anda tidak akan berfikir dua kali dan LANGSUNG MENDAFTAR!!!
Jika anda punya MASALAH KEUANGAN, MENABUNGLAH dari sekarang karena WAKTU dan ilmu ini LEBIH BERHARGA daripada Rp.400.000,-
* UANG bisa dicari, WAKTU tak dapat KEMBALI *
SAYA PASTIKAN ilmu yang anda dapat akan 10x lipat LEBIH SAKTI dibandingkan uang yang anda keluarkan.

Info lebih Jelasnya anda bisa Hubungi kami :
Cp :
Alpri 087788118769 ( sms only)
Nanto 08567007478
Pin BB : 27613514

****

Let You Know About Hypnosis

****


Selengkapnya...