Blogger templates

Sabtu, 31 Agustus 2013

Proses Cara Kerja Televisi Mencuci Otak Manusia

Anda mungkin akan terkejut mendapat penjelasan mengenai TV ini yang dipergunakan sebagai sebuah alat untuk mempengaruhi pikiran, akan tetapi di sini disertakan alasan:
1). Hampir setiap orang nonton TV, dan
2). Perangkat utama teknologi yang dipergunakannya dalam bentuk yang lebih maju untuk program kendali pikiran.
Inilah Yang TV Lakukan Terhadap Otak Anda:
TV mempunyai segala sesuatu yang diperlukan untuk memprogram pikiran Anda!
Alam bawah sadar Anda mengira TV adalah nyata!!
Waktu antara 5-6 jam setiap hari merupakan jumlah rata-rata orang nonton TV!
TV secara fisik merusak otak dan mengurangi tingkat kecerdasan Anda!
Oleh karena itu T.V merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.


Pengaruh TV Terhadap Otak Anda
1. Menyaksikan TV menuntun penontonnya masuk ke dalam sebuah keadaan yang sangat dapat tersugesti untuk tidur, keadaannya seperti terhipnotis. Hal tersebut merupakan jalan mudah yang tersedia untuk masuk ke alam bawah sadar.
2. Ketika Anda menonton TV, aktivitas otak pindah dari otak kiri Anda (yang bertanggungjawab atas pemikiran logis) ke sisi kanan, untuk analisa kritis.
Hal ini penting karena otak sebelah kanan tidak secara kritis menganalisa informasi yang datang, sebaliknya otak kanan merespon secara emosional. Hal ini berarti hanya sedikit atau tidak ada analisa sewaktu datangnya informasi.
3. Aktivitas otak kanan menyebabkan badan mengeluarkan kimia yang membuatnya merasa baik (ini disebut) kelenjar endorphin, sejenis obat penenang alami yang serupa sifatnya dengan heroin.
Oleh karena itu tidak saja memungkinkan, akan tetapi mungkin sekali menjadi ketagihan nonton TV. Hal ini memastikan secara tetap bahwa otak kanan setiap harinya terbuka, sebuah faktor penting yang dibutuhkan untuk memprogram pikiran.
4. Mengurangi banyak aktivitas otak, menyebabkan menurunnya aktivitas di bagian bawah otak. Dengan kata lain hal tersebut menurunkan kecerdasan Anda dan berperilaku lebih menyerupai seekor binatang.
Untuk informasi selengkapnya mengenai otak primitif dan tingkah laku manusia, lihat artikel ini: Welcome To Your 3 Brains. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana TV merubah gelombang otak, lihat artikel di bawah ini.


“TV Merubah Gelombang “
Catatan: Silakan membaca komentar-komentar di bawah untuk lebih menjelaskan topik yang dibicarakan dalam tulisan ini serta tautan bermanfaat lainnya.


Sebuah Alat Yang Sempurna Untuk Memprogram Pikiran
Sebagaimana Anda dapat melihatnya, TV merupakan sebuah alat yang sangat bagus untuk memprogram pikiran. Ia menyediakan segala sesuatunya untuk dengan mudah masuk ke dalam alam bawah sadar, mengurangi kemampuan untuk menganalisa terhadap informasi yang datang serta memastikan secara tetap setiap harinya untuk terbuka melalui badan yang ketagihan. Jadi mengapa tidak direkomendasikannya TV untuk memprogram pikiran Anda?
Alasan utamanya adalah bahwa Anda tidak mempunyai kendali terhadap apa yang datang ke dalam pikiran Anda sendiri, sesuatu itu mungkin saja baik, yang lainnya buruk. Saya juga prihatin apakah segala sesuatu yang kita sadari, apakah semuanya itu memang yang dapat dilihat. Sebagai contoh …
- Apakah sugesti subliminal disembunyikan di dalam iklan? (seperti kata RATS yang digunakan oleh Bush), kampanye terhadap advertensi Al Gore.
- Apakah kata-kata dan ungkapan yang dipergunakan secara khusus dengan cara yang ahli bertujuan untuk mempengaruhi pemikiran Anda? (waspada terhadap teror, jujur dan adil …), seimbang etc …
- Apakah TV menciptakan sejenis perasaan takut di dalam alam bawah sadar, mempengaruhi dan menyembuhkan badan kita? (seperti tetap), membuka jalan kepada kematian dan pembunuhan, seperti di dalam berita-berita.
- Apakah TV membuat rakyat pada umumnya lemah dan tidak cukup/ (seperti dikelilingi gadis cantik, ramping) dan selebriti kaya, yang kemudian mereka membandingkannya sendiri.
Sayang sekali jawaban terhadap permasalahan ini ya, ya, ya dan ya. Sementara terdapat banyak contoh yang dapat dikemukakan, yang penting adalah mengetahui bahwa TV merupakan sebuah alat yang ideal dalam memprogram pikiran manusia.
Namun siapakah yang melakukan pemrograman? Dan apakah mereka menaruh perhatian besar terhadap kepentingan kita?


Otak Mengira Bahwa TV Nyata
Anda akan berpikir bahwa TV tidak membahayakan karena Anda tahu bahwa hal itu tidak nyata, akan tetapi tahukah Anda bahwa alam bawah sadar Anda mempercayainya bahwa hal itu nyata? (oleh karena itu mengapa ketika menonton film horor jantung Anda berdebar-debar dengan cepat)


TV dan Tentara
Setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyadari akan perlunya menciptakan tentara yang siap untuk membunuh. Hal ini mendorong dimulainya menterapkan Effects Of TV On The Brain setelah menerima laporan bahwa banyak anggota tentara akan dengan sengaja menembak ke bawah atau ke tempat lain ketika menembak musuh. Para tentara tidak ingin membunuh, dan ketika mereka melakukannya mereka akan merasa banyak penyesalan yang mendalam.
Untuk memperbaiki hal ini, sebuah metoda yang sudah dipergunakan, salah satunya adalah nonton film kekerasan terutama sekali sebelum pergi ke medan perang. Dimaksudkan pengaruhnya untuk mengurangi perasaan sensitif para prajurit dalam melakukan kekerasan, dengan demikian keberanian mereka untuk membunuh bertambah.
Tengok 50 tahunan ke belakang dan bandingkan dengan perang Iraq dan apa yang Anda lihat? Mereka mengatakan “Hi 5′s” dan bersorak sorai setelah menembak atau membom musuh. Itulah pemrograman untuk Anda!
Sebagian orang sekarang masih merasakan pengaruh negatif dari kekerasan yang ditayangkan TV yang disajikan kepada anak-anak muda, yang seringkali menirukan apa yang mereka lihat di layar TV.


5-6 Jam Pemrograman Setiap Hari
Pada rata-rata orang nonton TV antara 5-6 jam sehari. Dengan jumlah tersebut akan membuat Anda hampir tidak mungkin untuk melakukan program ulang pikiran Anda kembali. (kecuali mengurangi atau sama sekali menghentikan nonton TV)
Gambaran tersebut hanya secara pukul rata, banyak orang (terutama anak-anak nonton TV lebih dari rata-rata orang dewasa).
Dengan nonton TV tersebut anak-anak sebenarnya sedang diprogram pikirannya sejak usia dini, akan tetapi juga mungkin akan merusak otaknya yang akan menyebabkan tumbuh dewasa dengan berakhlak lebih menyerupai seekor binatang daripada manusia (yaitu dorongan yang mendasari hawa nafsunya) terhadap seks, kekerasan dan makanan.


Yakinkan Bahwa Anda Yang Memprogram Otak Anda, Bukan TV Anda!
Jika Anda mau memprogram alam bawah sadar Anda dengan berhasil artinya Anda harus yakin bahwa ANDA yang melakukan pemrograman bukan orang lain!


Informasi Tambahan
Bacalah komentar-komentar di bawah artikel ini untuk informasi tambahan mengenai TV dan bagaimana ia mempengaruhi Anda. Untuk melihat bagaimana perusahaan iklan memanfaatkan TV untuk memasarkan hasil produksi mereka kepada anak-anak, lihatlah “dokumenter ini”.
Siaran televisi mempunyai dampak sangat besar dalam kehidupan manusia. Seringkali apa yang ditayangkan dalam kotak ajaib itu memancing hasrat penonton untuk ikut melakukannya. Simak saja bagaimana siaran televisi mampu membentuk budaya massa di berbagai belahan dunia:

Irlandia
Gara-gara serial Sex and the City, sekarang penduduk di sana lebih menggemari minum vodka ketimbang whiskey.

Brasil
Saat ini terjadi penurunan angka kelahiran di negara pengekspor telenovela ini. Data statistik menunjukkan, angka kelahiran di negara ini turun menjadi 2,3 anak per wanita dari angka sebelumnya, 6,3. Konon, penurunan tersebut terjadi karena kebanyakan cerita telenovela menampilkan sosok keluarga kecil.

Israel
Serial In Treatment yang ditayangkan di HBO menyebabkan tren baru di negara ini: mengikuti sesi terapi.

Amerika Serikat
Penduduk AS yang sering menonton tayangan tentang operasi plastik ditengarai tertarik untuk melakukan hal yang sama.

China
Media lokal di sana menyebutkan, serial Friends membuat orang-orang muda di China meniru gaya hidup para tokoh dalam serial terkenal itu. Salah satunya dengan menempati apartemen berdekatan dengan teman-temannya.

Butan
Pemerintah di negara yang memiliki slogan Gross National Happiness ini melarang siaran MTV dan World Wrestling Entertainment karena alasan meningkatnya tindakan kekerasan di kalangan anak-anak.

Indonesia
Hasil penelitian LIPI menyebutkan, dampak tayangan pornografi di televisi menyebabkan meningkatnya kasus kehamilan tidak dikehendaki di kalangan remaja, kekerasan seksual, bahkan aborsi. Demikian juga dampak tayangan berbau kekerasan. Salah satunya adalah maraknya aksi para bocah polos yang meniru gerakan para pegulat smackdown beberapa waktu lalu.

Salam,


sumber :

LATIHAN DASAR OLAH TUBUH UNTUK MENTALIST

A. TUBUH

Menjadi konsekwensi logis bagi seorang mentalis untuk mengusai tubuh dan suaranya sebagi modal dasar dalam mempertunjuakn aksi mentalism baik di panggung (tage atau parlor) maupun secara jarak dekat (close up) dengan audiancenya.

1. Relaksasi

Realaksasi adalah hal pertama yang haru dilakukan dengan cara menerima keberadaan dirinya. Relaksasi bukan berarti berada dalam keadaan pasif (santai) tetapi keadaan dimana semua kekangan yang ada di tubuh terlepas.

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh mentalist adalah kebutuhan untuk relaksasi. Baik itu di dalam latihan, di atas panggung, maupun paska pertunjukan. Relaksasi adalah hal yang sangat penting bagi semua performer. Relaksasi bukanlah keadaan mental dan fisik yang tidak aktif, melainkan keadaan yang cukup aktif dan positif. Ini memungkinkan seorang mentalist untuk mengekspresikan dirinya saat masih didalam kontrol faktor-faktor lain yang bekerja melawan cara pengekspresian karakter yang baik. Jadi, relaksasi adalah hal yang penting dalam upaya mencapai tujuan utama dari seorang performer.

Segala sesuatu yang mengalihkan perhatian ataupun yang mencampuri konsentrasi seorang mentalist atas sebuah karakter, cenderung dapat merusak relaksasi. Mentalist pemula biasanya tidak dapat dengan mudah merespons sebuah perintah untuk relak, hal ini disebabkan berkaitan dengan aspek-aspek fisik kepekaan dan emosi ketika berada dihadapan penonton. Dengan kata lain, dalam keadaan rileks, mentalist akan menunggu dengan tenang dan sadar dalam mengambil tempat dan melakukan aksinya. Untuk mencapai relaksasi atau mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik diatas panggung, konsentrasi adalah tujuan utama. Ada korelasi yang sangat dekat antara pikiran dan tubuh. Seorang mentalist harus dapat mengontrol tubuhnya setiap saat dengan pengertian atas tubuh dan alasan bagi perilakunya. Langkah awal untuk menjadi seorang mentalist yang cakap adalah sadar dan mampu menggunakan tubuhnya dengan efisien.


2. Ekspresi

Kemampuan Ekspresi merupakan pelajaran pertama untuk seorang mentalist, dimana ia berusaha untuk mengenal dirinya sendiri. Si mentalist akan berusaha meraih ke dalam dirinya dan menciptakan perasaan-perasaan yang dimilikinya, agar mencapai kepekaan respons terhadap segala sesuatu. Kemampuan ekspresi menuntut teknik-teknik penguasaan tubuh seperti relaksasi, konsentrasi, kepekaan, kreativitas dan kepunahan diri (pikiran-perasaan-tubuh yang seimbang) seorang mentalist harus terpusat pada pikirannya.

Kita menggunakan cara-cara non linguistik ini untuk mengekspresikan ide-ide sebagai pendukung berbicara. Tangisan, infleksi nada, gesture, adalah cara-cara berkomunikasi yang lebih universal dari pada bahasa yang kita mengerti. Bahkan cukup universal untuk disampaikan kepada binatang sekalipun.

3. Gesture

Gesture adalah impuls (rangsangan), perasaan atau reaksi yang menimbulkan energi dari dalam diri yang selanjutnya mengalir keluar, mencapai dunia luar dalam bentuk yang bermacam-macam; ketetapan tubuh, gerak, postur dan infleksi (perubahan nada suara, bisa mungkin keluar dalam bentuk kata-kata atau bunyi).

4. Gestikulasi

Bahasa tubuh adalah media komunikasi antar manusia yang menggunakan isyarat tubuh, postur, posisi dan perangkat inderanya. Dalam media ini, kita akan memahami bahasa universal tubuh manusia dalam aksi maupun reaksi di kehidupan sehari-hari.

5. Olah Mimik

Perangkat wajah dan sekitarnya, menjadi titik sentral yang akan dilatih. Dalam olah mimik ini, kita akan memaksimalkan delikan mata, kerutan dahi, gerakan mulut, pipi, rahang, leher kepala, secara berkesinambungan.

Mimik merupakan sebuah ekspresi, dan mata merupakan pusat ekspresi. Perasaan marah, cinta, dan lain-lain akan terpancar lewat mata. Ekspresi sangatlah menentukan permainan seorang mentalist. Meskipun bermacam gerakan sudah bagus, suara telah jadi jaminan, dan diksi pun kena, akan kurang meyakinkan ketika ekspresi matanya kosong dan berimbas pada dialog yang akan kurang meyakinkan penonton, sehingga permainannya akan terasa hambar.

6. Olah Tubuh

Warming-Up atau pemanasan sebaiknya menjadi dasar dalam pelajaran olah tubuh bagi mentalist. Melatih kelenturan tubuh, memulai dari organ yang paling atas, hingga yang paling bawah. Latihan ini ditempuh untuk mencapai kesiapan secara fisik, sebelum menghadapi latihan-latihan lainnya.

Olah tubuh bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan pada balet, namun kalau di Indonesia sangat mungkin berangkat dari pencak silat atau tari daerahnya masing-masing yang berangkat dari tradisinya dan kemudian dikembangkan pada tujuan pertunjukan mentalism.

Bowskill dalam bukunya menyatakan “Stage and Stage Craft”, yang katanya Apa yang kau lakukan dengan kedua tanganku. Pertanyaan tersebut dilanjutkannya pula dengan Apa yang harus aku lakukan dengan kedua kakiku. Banyak mentalist pemula selalu gagal dalam menampilkan segi kesempurnaan Artistik, karena pada waktu puncak klimaks selalu diserang oleh kekakuan, mengalami ketegangan urat.

Kekejangan ini memberikan pengaruh buruk pada emosi bagi mentalist yang sedang menghayati pertunjukannya, apabila hal ini menimpa organ suara maka seorang yang mampunyai suara baik menjadi parau bahkan bisa kehilangan suara, jika kekejangan itu menyerang kaki maka orang itu berjalan seakan lumpuh, jika menimpa tangannya akan menjadi kaku.

Untuk mengendurkan ketegangan urat ada bermacam cara latihan, dengan melalui latihan gerak, senam, tari-tari. Hingga gerakkan dapat tercipta dengan gerakan artistic, dan dapat lahir dari inter akting (gerakan dalam).

Olah tubuh sebaiknya dilakukan satu jam setengah setiap hari, dalam dua tahun terus menerus, untuk memperoleh mentalist yang enak dipandang mata, subjeknya: Senam irama; Tari Klasik, Main anggar, berbagai jenis latihan bernapas, latihan menempatkan suara diksi, bernyanyi, pantomim.



sumber :

BEDANYA MENGERJAKAN DAN MENEGAKKAN SHOLAT

Assalamu alaikum wr wb.

Beberapa ayat dalam Al-Qur'an memerintahkan kita untuk menegakkan sholat, ada pun bentuk kalimat-nya :
1. AQIMIS SHOLAAT
2. IQOOMAS SHOLAAT
3. MUQIMUS SHOLAAT
4. AQOOMUS SHOLAAT
5. MUQIIMUUNAS SHOLAAT
Yang semuanya itu artinya " HENDAKLAH KAMU MENEGAKKAN SHOLAT" bukan MENGERJAKAN SHOLAT, didalam Al-Qur'an tidak ada ayat yang bunyinya WAFI'LUS SHOLAAT' , artinya Hendaklah kamu mengerjakan sholat. Tetapi yang ada "Hendaklah kamu MENEGAKKAN SHOLAT".

Apakah perbedaannya antara MENEGAKKAN SHOLAT dan MENGERJAKAN SHOLAT ? Menegakkan sholat pastilah mengerjakan sholat, tetapi mengerjakan sholat belum tentu menegakkan sholat. Dan adanya perintah-perintah dalam Al-Qur'an itu : AQOOMUS SHOLAAT , AQIMIS SHOLAAT , MUQIIMUS SHOLAAT, dan lain-lainnya. Artinya : HENDAKLAH KAMU MENEGAKKAN SHOLAT. Bukan mengerjakan sholat.

Apa tanda-tanda nya orang yang menegakkan sholat dan apakah tanda-tandanya orang yang hanya mengerjakan sholat ? Tanda-tandanya secara garis besar yang ada di dalam Al-Qur'an dan Al Hadits terdiri atas dua tanda :
1. TANDA YANG PERTAMA :
Jika orang itu menegakkan sholat tanda-tandanya :
Ucapan dan tindakannya ( Aqwaalun wa af'aalun) setiap hari pastilah terdinding, terjaga
tercegah dari perbuatan FAHSYA.
2. TANDA YANG KEDUA
Ucapan dan tindakannya tercegah dari perbuatan MUNGKAR.
Dua tanda tanda itulah yang menandai bahwa orang itu : AQOOMUS SHOLAT

Dua tanda tanda itulah yang disebut dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi:
WA AQIMIS SHOLAATA INNAS SHOLAATA TANHA 'ANIL FAHSYAA'I WAL MUNGKAR ( S. Al Ankabut :45).
Artinya : Dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu tanda mencegah dari perbuatan FAHSYA dan perbuatan MUNKAR.

Qola rosululloh SAW : MAALAM TANHAA SHOLAATUHU 'ANIL FAHSYAAI' WAL MUNKARI LAM YAZ-DAD MINALLOHI ILLA BU'DAN ( An Ibnu Abbas).
Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang sholatnya tidak dapat mencegah dari perbuatan FAHSYA dan MUNGKAR, tidak ada tambahnya kecuali tambah jauh dari Alloh SWT.

Dalam Al-Qur'an surat Al Arof : 28
INNALLOHA LAA YA'MURU BIL FAHSYAA'I.
artinya : Sesungguhnya Alloh itu tidak memerintahkan pada manusia supaya berbuat FAHSYA.

Dan dalam Surat lain :
INNALLOHA YA'MURU BIL ADLI WAL IHSAANI WAIITAAI DZIL QURBAA WAYANHA 'ANIL FAHSYAA'I WAL MUNKAR ( An Nahl : 90).
Artinya : Sesungguhnya Alloh itu menyuruh orang itu berbuat ADIL dan IHSAN dan menyuruh supaya memberikan sesuatu kepada kerabat dan Alloh itu memerintah untuk mencegah dari perbuatan Fahsya dan Mungkar.

Begitu pula dalam Surat An Nur :
YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANU.
Wahai orang-orang yang ber iman.
LAA TATTABI'UU KHUTUWAATIS SYAITHON.
Janganlah kamu mengikuti jejak-jejak syaitan.
WAMAN YATTABI' KHUTUWAATIS SYAITHOON- FAINNAHUU YA'MURU BIL FAHSYAA'I WAL MUNKARI.
Barang siapa yang mengikuti jaejak-jejak syaithan maka sesungguhnya syaithan itu menyuruh supaya kamu berbuat Fahsya dan berbuat Mungkar.

Jadi orang yang berbuat Fahsya' dan berbuat mungkar itu orang yang mengikuti jejaknya Syaithan. Dan menegakkan sholat itulah yang mendindingi diri manusia dan mendindingi jiwa manusia dari perbuatan fahsya dan Mungkar.

- Apakah FAHSYA' itu ?
Fahsya' itu bahasa arab, artinya : MAA'ADHUMA QOBKHUHU MINAL AF'AALI WAL AQWAALI
Fahsya adalah ucapan, perbuatan yang amat besar kejinya. Segala perbuatan, segala ucapan yang keji, yang kotor itu adalah Fahsya.

- Apakah MUNKAR itu ?
WAL MUNKARU KULLU FI'LIN TAHKUMUL 'UQUULUSH SHOIHATU QOBIIKHU. Munkar adalah Perbuatan yang akal sehat (dihukumi oleh akal sehat) perbuatan itu adalah keji dan kotor, itulah munkar.

Oleh sebab itu kita mengetahui, sama-sama tahu, bahwa mengapa sebagian orang yang telah melakukan sholat lima waktu, sholat Jum'at, sholat sholat lainnya ucapannya, perbuatannya masih kotor, keji, memfitnah, hasud, kibir, ghilin, ada yang mencuri ada yang merampok, korupsi, ada yang memperkosa, mengapa ? Padahal sudah mengerjakan sholat lima waktu, mengapa masih mengerjakan Fahsya dan Munkar? Sedangkan Alloh Ta'ala melarang nya.

• Bertahun-tahun melaksanakan wudhu' di dalam wudhu ada membersihkan wajah, mata dan lainya tetapi matanya tetap khianat, wajahnya tanpa senyum tersungging.
• Di dalam wudhu ada membersihkan mulut, tetapi ucapannya setiap hari masih kotor, dusta memfitnah.
• Di dalam wudhu ada diperintah mengusap kepala, tetapi fikiran yang di dalam kepala masih merencanakan yang tidak baik, masih berbuat Fahsya dan Mungkar.
• Di dalam wudhu ada diperintah membasuh tangan, tetapi si tangan itu masih berbuat kotor jika menimbang masih mengurangi timbangan, mengukur dikurangi ukurannya, masih dipergunakan untuk menulis yang tidak baik, memalsu tanda tangan, mencuri dan sebagainya.
• Di dalam sholat kita berjanji ‘sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku karena alloj semata, namun pada kenyataannya, semua untuk diri kita sendiri, sholat dan ibadah kita untuk menyelamatkan diri kita dari api neraka.
• Di dalam sholat kita melakukan ruku, tetapi mengapa tidak menghormati Alloh, tidak menghargai ciptaan Nya, selalu menjadi penyebab kerusakan di alam semasta ?
• Di dalam sholat kita melakukan sujud, tetapi mengapa tidak ta'at kepada Alloh, tidak taat pada undang-undang Alloh ?
• Di dalam sujud kepala yang selalu di atas harus sejajar dengan telapak kaki yang selalu dibawah, kenapa masih ada kesombongan dalam diri ?

APA SEBAB-nya? Tidak ada lain sebabnya adalah orang-orang tersebut hanya “MENGERJAKAN SHOLAT” tetapi tidak “MENEGAKAN SHOLAT”, padahal mengerjakan sholat itu tidak diperintah di dalam Al-qur'an, tidak diperintah mengerjakan sholat di dalam Al-Qur'an, yang ada perintah "MENEGAKKAN SHOLAT'. Oleh sebab itu, orang-orang yang sholatnya tidak TEGAK, yang tidak menegakkan sholat, itu pasti hidupnya kropos, hidupnya tidak akan TEGAK, hidupnya kropos dikroposi oleh perbuatan-perbuatan Fahsya dan Mungkar, Akhirnya menjadi hidup yang rapuh, yang mudah dirobohkan oleh hal-hal yang negatif.


sumber :

Tabah Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita ?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia ? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepadanya. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah ?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk ?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama ?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya ?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang ?

Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita ?

Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru ?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan ?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti ?

SETIAP INDIVIDU ITU UNIK

Artikel ini saya tulis untuk mencoba menjawab pertanyaan para sahabat yang masuk via messages in box FB atau email saya. Terimakasih bagi sahabat yang telah mengajukan pertanyaan, sehingga kita bisa sharing yang semoga ada manfaatnya. Pertanyaan yang diajukan cukup panjang, namun akan saya kemukakan di sini intinya saja.

Inti pertanyaan yang dimaksud adalah :
1. Apakah manusia itu dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama atau berbeda ?
2. Tentang kreativitas seseorang, kenapa antara yang satu dengan yang lain berbeda, kenapa ada yang "wah" dan ada yang "biasa-biasa" saja ?
3. Kenapa ada yang bisa menciptakan peradaban dan teknologi tinggi, tapi ada yang belum bisa demikian bahkan terbelakang. Apa karena makanannya, lauknya, minumannya, orangtua atau keluarganya,atau semua itu karena takdir ?
Begitulah kira-kira rasa penasaran yang diungkapkan oleh para sahabat tersebut.

Kemajuan hidup bisa kita peroleh dari seberapa besar atau seberapa sulit pertanyaan yang ingin kita jawab dalam kehidupan ini. Maksudnya diri kita yang menjadi jawaban pertanyaan kita sendiri. Misalnya pertanyaan, "Apakah semua orang memiliki kesempatan sukses yang sama ?" Kita bisa menjawabnya dengan apakah diri kita bisa sukses dengan segala hambatan dan keterbatasan yang ada. Jika kita bisa menjadi diri yang "sukses" maka pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya. Demikian juga sebaliknya, jika ternyata "gagal", pasti kita juga memiliki data penyebab kenapa kita "gagal".

Untuk mulai menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengutip apa yang pernah dikatakan Buckminster Fuller sebagai berikut: All children are born geniuses; 9.999 out of every 10.000 are swiftly inadvertently degeniusized by grownups.

Jadi sebenarnya pada awalnya kita semua sebenarnya memiliki kejeniusan atau bisa dikatakan, memiliki kemampuan otak yang sama. Namun sayang, seiring dengan pertumbuhan, kejeniusan itu terkikis atau menjadi terpendam secara tidak disadari karena pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga, masyarakat dan terutama pendidikan.

Untuk lebih jelasnya, saya akan mendongengkan sebuah kisah :

Alkisah, di sebuah hutan (sebut saja Alas Roban) yang dihuni beragam jenis hewan.. Menteri pendidikan Alas Roban memberlakukan kurikulum sekolah yang sama untuk semua jenis hewan. Semua penghuni Alas Roban dianggap sama, sehingga harus belajar pelajaran yang sama dengan porsi yang sama pula.

Maka di sekolah, ketika pelajaran memanjat pohon, sang harimau dengan mudah naik, sementara itik harus bersusah payah memanjat dan tidak juga berhasil. Si monyet juga hampir menangis ketika mengikuti pelajaran menyelam, sementara katak dengan mudahnya masuk ke air. Demikian juga harimau, hampir tenggelam ketika mati-matian mengikuti pelajaran renang, sementara itik dengan gembiranya beranang di atas air. Ketika pelajaran bergantung di pohon, monyet dengan senangnya berayun-ayun di dahan, sementara si buaya dengan susah payah hanya bisa meraba-raba akarnya. Begitu seterusnya, dengan hewan-hewan lain hingga lambat laun mereka lupa tentang keahlian unik yang ada pada dirinya sejak lahir karena harus mempelajari sesuatu yang bukan bakat atau bidangnya, dan terkadang dipaksakan. Akhirnya, itik menjadi tidak bisa berenang, katak lupa dengan keahliannya menyelam, monyet lupa caranya memanjat pohon, dan harimau hanya bisa mengaum...

Demikianlah sekelumit kisah itu...

Dahulu kita menjalani masa pertumbuhan. Karena kita dianggap sama dengan yang lain dan harus belajar sangat banyak hal yang belum tentu itu sesuai dengan keunikan diri kita, akhirnya jadilah diri kita yang sekarang yang ketika ditanya, "Apa cita-citamu ?" Kita hanya geleng-geleng kepala. "Apa bakat atau talentamu ?" Kita juga menjawab, "Tidak tahu...".

Yang harus kita pahami di sini adalah keunikan diri yang masing-masing pribadi berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun, tidak bisa disamakan dalam segala hal. Tetap saja ada perbedaan bawaan lahir yang harus diperhatikan.

Adi W. Gunawan dalam artikelnya yang berjudul "Born To Be A Genius but Conditioned To Be An Idiot", menjelaskan bahwa anak dilahirkan dengan potensi menjadi seorang jenius, namun proses pendidikan yang salah telah membuat anak tidak mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Kita tidak menyadari potensi diri yang sesungguhnya. Kalaupun kita tahu dan sadar akan potensi ini, kita merasa tidak mampu untuk mengembangkannya secara optimal. Hal di atas, masih menurut Pak Adi, menyebabkan anak memiliki konsep diri yang buruk. Adapun ciri-cirinya yaitu:

Pertama, anak tidak atau kurang percaya diri.
Kedua, anak takut berbuat salah.
Ketiga, anak tidak berani mencoba hal-hal baru.
Keempat, anak takut penolakan.
Kelima, anak tidak suka belajar dan benci sekolah.

Kemungkinan besar karena proses pendidikan dan pengaruh lingkunganlah, kita yang pada awalnya memiliki kejeniusan yang sama, namun setelah dewasa menjadi berbeda kualitasnya. Bisa diibaratkan seperti benih tanaman, jika ia tumbuh di tanah yang subur dengan iklim yang sesuai maka bisa dipastikan tanaman itu akan tumbuh seperti yang diharapkan. Beda kasusnya jika meskipun benih unggul, impor pula, namun jika ditanam di tanah yang tandus dan iklimnya tidak sesuai maka bisa dipastikan benih itu tidak akan tumbuh atau mati. Sebagai contoh, saya juga pernah mencoba menanam pohon apel di depan rumah, namun akhirnya mati juga. Ya, karena struktur tanah dan iklim di daerah saya bukanlah tempat yang tepat untuk menanam apel.

Tentang kreativitas seseorang atau suatu bangsa sekalipun; kenapa ada yang bisa menciptakan teknologi tinggi sementara yang lain tidak demikian, menurut saya itu karena kebudayaan, sejarah sosial dan ekonomi, sistem pendidikan, nenek moyang dan nilai hidup yang dianut masing-masing orang atau bangsa itu berbeda. Kita tidak bisa menyamakan diri dengan bangsa Amerika, Eropa ataupun Jepang karena bangsa kita juga memiliki ciri khas sendiri. Bangsa kita dijajah sekitar 3,5 abad dan dahulu berasal dari kerajaan-kerajaan yang bernuansa Hindu, Budha dan Islam. Nenek moyang kita juga petani dan pelaut sesuai dengan keadaan alam Indonesia. Jadi kita boleh kagum dengan Amerika yang bisa membuat satelit, roket dan mendaratkan manusia di bulan, namun kita juga tidak boleh melupakan Candi Borobudur yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia.

Kita mungkin kagum dengan bangsa Jepang yang bisa merajai dunia industri elektronik dan kendaraan bermotor, namun kita juga harus bangga memiliki kekayaan budaya dan etnik yang beragam. Mungkin rasa bangga kita kian sirna karena kepribadian kita sebagai bangsa yang besar telah tenggelam oleh laju globalisasi, dan lupa bahwa kita juga memiliki keunikan tersendiri. Hanya kita belum mengoptimalkannya, dan lebih memilih meniru budaya atau teknologi dari luar yang kita nilai lebih canggih. Boleh-boleh saja kita melakukan alih teknologi agar tidak terlalu ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa negara kita juga masih berbasis pada pertanian dan kelautan; jika kita masih mau melihat potensi alam kita yang ada di ribuan pulau dan luasnya perairan laut yang kita miliki.

Adapun tentang makanan, lauk, minuman, orangtua atau keluarga, menurut saya tidak ada kolerasinya secara langsung dengan "keluarbiasaan" seseorang atau suatu bangsa. Kita bisa bercermin diri mengapa bangsa kita masih tertinggal dari bangsa lain, mungkin itu karena kita sebagai bangsa masih malas, kurang belajar, terlalu pasrah pada keadaan, dan kurang maksimal menggunakan kejeniusan otak kita. Saya juga sering mendengar gurauan bahwa kalau otak manusia itu ada yang menjual maka yang paling mahal adalah otak orang Indonesia. Tahu alasannya? Katanya karena otak orang Indonesia masih orisinil, dengan artian "tidak pernah atau jarang dipakai". Sungguh menyedihkan ya...

Atau semua itu karena takdir ?

Apalagi yang ini, tentu tidak masuk akal. Kata seorang guru saya, "Takdir akan turun jika kita telah berusaha semaksimal mungkin". Jadi tentang hal ini tidak usah dibahas lebih jauh.

Ada tertulis "...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..."

Demikianlah jawaban yang dapat saya kemukakan. Jadi, sudah seharusnyalah kita bisa memahami keunikan diri kita masing-masing. Melihat bahwa kita-sebagai individu maupun bangsa-memiliki potensi dan keunggulan tersendiri yang bisa kita berdayakan agar bisa menjadi manusia atau bangsa yang luar biasa.

Jika kita berfokus pada kelebihan yang melekat pada diri kita maka kemajuan bisa kita peroleh, namun jika kita hanya melihat kekurangan atau keterbatasan yang ada pada diri kita, bisa dipastikan kemajuan atau kesuksesan akan semakin jauh dari jangkauan kita.

Semoga bermanfaat!

sumber :

FOUR HUMAN CHARACTER AND SIX PILLARS OF CHARACTER BUILDING

4 karakter manusia

Ada 4 kombinasi karakter manusia dalam menjalani kehidupan ini :
1. Manusia pesimis + pasif
2. Manusia pesimis + aktif
3. Manusia optimis + pasif
4. Manusia optimis + aktif.

Sesuai dengan hakekat kombinasinya, tentu akan berbeda dalam mengatasi persoalan dan memandang masa depan.
1. Manusia dengan karakter pertama, akan memandang suram setiap permasalahan dan masa depannya, namun anehnya dia tetap berdiam diri.
2. Si karakter kedua, lebih baik. Sayangnya karakter aktif yang dimilikinya, bisa hanya membuang-buang energi saja karena aktivitas yang dijalankannya, lebih dilandasi oleh sifat pesimis.
3. Sedangkan manusia dengan karakter ketiga juga lebih baik daripadasi karakter pertama. Akan tetapi optimisme tanpa aktivitas, lebih berwujud mimpi belaka.
4. Tentu tipe keempatlah yang paling baik dari semuanya. Tipe inilah yang harusnya dimiliki oleh setiap insan. Karena, manusia berkarakter optimis aktif adalah manusia yang tabah menghadapi masalah dan punya jalan keluar untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapinya. Baginya, justru permasalahan dan bencana adalah sesuatu yang harus dilewati dalam kehidupan manusia, yang akan memperkuat karakter dirinya. Sebab, tanpa permasalahan, maka dia tak akan bisa mengaktualisasikan diri sendiri.

Itulah sebabnya, orang yang optimis dan aktif, secara minimal akan bertahan saat bertemu permasalahan dan cobaan. Secara maksimal, justru dia akan menjadi pemenang.

SIX PILLARS OF CHARACTER BUILDING

Trusworthiness
• Jadilah orang yang jujur
• Jangan berbohong, mencuri hasil karya orang lain (nyontek)
• Jadilah orang yang dapat dipercaya – lakukan apa yang dijanjikan akan dilakukan
• Miliki keberanian untuk melakukan yang benar
• Bangunlah reputasi yang baik
• Miliki loyalitas – dalam membela kepentingan keluarga, teman dan bangsa

Respect
• Perlakukan orang dengan rasa hormat
• Miliki sikap toleran atas perbedaan-perbedaan
• Gunakan sikap dan tutur kata yang baik jangan kasar
• Pertimbangkan perasaan orang lain
• Jangan mengancam, memukul atau melukai orang
• Ungkapkan kemarahan atau ketidak setujuan dengan cara damai

Responsibility
• Lakukan apa yang seharusnya dilakukan
• Bertekun: jangan mudah menyerah !
• Selalu lakukan yang terbaik
• Gunakan pengendalian diri
• Miliki kedisiplinan diri
• Berpikir sebelum bertindak – pikiran konsekuensinya
• bertanggung jawablah atas segala pilihan

Fairness
• Bermain dengan aturan
• Tunggu giliran dan hormati hak orang lain
• Miliki cara pikir yang terbuka – dengarkan orang lain juga tentunya
• Jangan mengambil keuntungan atas penderitaan atau kekalahan orang lain
• Jangan menyalahkan orang lain secara serampangan

Caring
• Bersikaplah baik
• Miliki belas kasih dan tunjukan kepedulian
• Ungkapkan dengan nyata rasa terima kasih
• Maafkan orang lain
• Bantulah orang lain dalam keperluan mereka

Citizenship
• Lakukan bagian tanggung jawab atau tugas untuk membuat masyarakat disekitar jadi lebih baik
• Bekerjasamalah
• terlibatlah dalam kegiatan masyarakat
• Tetaplah ikuti perkembangan: ambil bagian
• Jadilah tetangga yang baik
• Taati hukum dan peraturan-peraturan
• Hormati Pemerintah
• Pelihara lingkungan sekitar

Sebenarnya hidup ini adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas, hidup terus menerus berubah, kesuksesan hari ini bukan berarti besok kita akan tetap sukses, sebaliknya kegagalan hari ini bukan berarti besok kita akan gagal lagi, semua tergantung kita sendiri. Tidak mudah tunduk pada nasib. siap berjuang lebih keras , Terus belajar dan terus membenahi diri.

Mari kita melangkah di tahun 2011 ini dengan kunci tiga berani, yakni :
1. Berani memastikan target
2. Berani mulai melangkah
3. Berani mewujudkannya sampai sukses.

Success is our destination...!

sumber :