Blogger templates

Sabtu, 31 Agustus 2013

BEDANYA MENGERJAKAN DAN MENEGAKKAN SHOLAT

Assalamu alaikum wr wb.

Beberapa ayat dalam Al-Qur'an memerintahkan kita untuk menegakkan sholat, ada pun bentuk kalimat-nya :
1. AQIMIS SHOLAAT
2. IQOOMAS SHOLAAT
3. MUQIMUS SHOLAAT
4. AQOOMUS SHOLAAT
5. MUQIIMUUNAS SHOLAAT
Yang semuanya itu artinya " HENDAKLAH KAMU MENEGAKKAN SHOLAT" bukan MENGERJAKAN SHOLAT, didalam Al-Qur'an tidak ada ayat yang bunyinya WAFI'LUS SHOLAAT' , artinya Hendaklah kamu mengerjakan sholat. Tetapi yang ada "Hendaklah kamu MENEGAKKAN SHOLAT".

Apakah perbedaannya antara MENEGAKKAN SHOLAT dan MENGERJAKAN SHOLAT ? Menegakkan sholat pastilah mengerjakan sholat, tetapi mengerjakan sholat belum tentu menegakkan sholat. Dan adanya perintah-perintah dalam Al-Qur'an itu : AQOOMUS SHOLAAT , AQIMIS SHOLAAT , MUQIIMUS SHOLAAT, dan lain-lainnya. Artinya : HENDAKLAH KAMU MENEGAKKAN SHOLAT. Bukan mengerjakan sholat.

Apa tanda-tanda nya orang yang menegakkan sholat dan apakah tanda-tandanya orang yang hanya mengerjakan sholat ? Tanda-tandanya secara garis besar yang ada di dalam Al-Qur'an dan Al Hadits terdiri atas dua tanda :
1. TANDA YANG PERTAMA :
Jika orang itu menegakkan sholat tanda-tandanya :
Ucapan dan tindakannya ( Aqwaalun wa af'aalun) setiap hari pastilah terdinding, terjaga
tercegah dari perbuatan FAHSYA.
2. TANDA YANG KEDUA
Ucapan dan tindakannya tercegah dari perbuatan MUNGKAR.
Dua tanda tanda itulah yang menandai bahwa orang itu : AQOOMUS SHOLAT

Dua tanda tanda itulah yang disebut dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi:
WA AQIMIS SHOLAATA INNAS SHOLAATA TANHA 'ANIL FAHSYAA'I WAL MUNGKAR ( S. Al Ankabut :45).
Artinya : Dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu tanda mencegah dari perbuatan FAHSYA dan perbuatan MUNKAR.

Qola rosululloh SAW : MAALAM TANHAA SHOLAATUHU 'ANIL FAHSYAAI' WAL MUNKARI LAM YAZ-DAD MINALLOHI ILLA BU'DAN ( An Ibnu Abbas).
Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang sholatnya tidak dapat mencegah dari perbuatan FAHSYA dan MUNGKAR, tidak ada tambahnya kecuali tambah jauh dari Alloh SWT.

Dalam Al-Qur'an surat Al Arof : 28
INNALLOHA LAA YA'MURU BIL FAHSYAA'I.
artinya : Sesungguhnya Alloh itu tidak memerintahkan pada manusia supaya berbuat FAHSYA.

Dan dalam Surat lain :
INNALLOHA YA'MURU BIL ADLI WAL IHSAANI WAIITAAI DZIL QURBAA WAYANHA 'ANIL FAHSYAA'I WAL MUNKAR ( An Nahl : 90).
Artinya : Sesungguhnya Alloh itu menyuruh orang itu berbuat ADIL dan IHSAN dan menyuruh supaya memberikan sesuatu kepada kerabat dan Alloh itu memerintah untuk mencegah dari perbuatan Fahsya dan Mungkar.

Begitu pula dalam Surat An Nur :
YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANU.
Wahai orang-orang yang ber iman.
LAA TATTABI'UU KHUTUWAATIS SYAITHON.
Janganlah kamu mengikuti jejak-jejak syaitan.
WAMAN YATTABI' KHUTUWAATIS SYAITHOON- FAINNAHUU YA'MURU BIL FAHSYAA'I WAL MUNKARI.
Barang siapa yang mengikuti jaejak-jejak syaithan maka sesungguhnya syaithan itu menyuruh supaya kamu berbuat Fahsya dan berbuat Mungkar.

Jadi orang yang berbuat Fahsya' dan berbuat mungkar itu orang yang mengikuti jejaknya Syaithan. Dan menegakkan sholat itulah yang mendindingi diri manusia dan mendindingi jiwa manusia dari perbuatan fahsya dan Mungkar.

- Apakah FAHSYA' itu ?
Fahsya' itu bahasa arab, artinya : MAA'ADHUMA QOBKHUHU MINAL AF'AALI WAL AQWAALI
Fahsya adalah ucapan, perbuatan yang amat besar kejinya. Segala perbuatan, segala ucapan yang keji, yang kotor itu adalah Fahsya.

- Apakah MUNKAR itu ?
WAL MUNKARU KULLU FI'LIN TAHKUMUL 'UQUULUSH SHOIHATU QOBIIKHU. Munkar adalah Perbuatan yang akal sehat (dihukumi oleh akal sehat) perbuatan itu adalah keji dan kotor, itulah munkar.

Oleh sebab itu kita mengetahui, sama-sama tahu, bahwa mengapa sebagian orang yang telah melakukan sholat lima waktu, sholat Jum'at, sholat sholat lainnya ucapannya, perbuatannya masih kotor, keji, memfitnah, hasud, kibir, ghilin, ada yang mencuri ada yang merampok, korupsi, ada yang memperkosa, mengapa ? Padahal sudah mengerjakan sholat lima waktu, mengapa masih mengerjakan Fahsya dan Munkar? Sedangkan Alloh Ta'ala melarang nya.

• Bertahun-tahun melaksanakan wudhu' di dalam wudhu ada membersihkan wajah, mata dan lainya tetapi matanya tetap khianat, wajahnya tanpa senyum tersungging.
• Di dalam wudhu ada membersihkan mulut, tetapi ucapannya setiap hari masih kotor, dusta memfitnah.
• Di dalam wudhu ada diperintah mengusap kepala, tetapi fikiran yang di dalam kepala masih merencanakan yang tidak baik, masih berbuat Fahsya dan Mungkar.
• Di dalam wudhu ada diperintah membasuh tangan, tetapi si tangan itu masih berbuat kotor jika menimbang masih mengurangi timbangan, mengukur dikurangi ukurannya, masih dipergunakan untuk menulis yang tidak baik, memalsu tanda tangan, mencuri dan sebagainya.
• Di dalam sholat kita berjanji ‘sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku karena alloj semata, namun pada kenyataannya, semua untuk diri kita sendiri, sholat dan ibadah kita untuk menyelamatkan diri kita dari api neraka.
• Di dalam sholat kita melakukan ruku, tetapi mengapa tidak menghormati Alloh, tidak menghargai ciptaan Nya, selalu menjadi penyebab kerusakan di alam semasta ?
• Di dalam sholat kita melakukan sujud, tetapi mengapa tidak ta'at kepada Alloh, tidak taat pada undang-undang Alloh ?
• Di dalam sujud kepala yang selalu di atas harus sejajar dengan telapak kaki yang selalu dibawah, kenapa masih ada kesombongan dalam diri ?

APA SEBAB-nya? Tidak ada lain sebabnya adalah orang-orang tersebut hanya “MENGERJAKAN SHOLAT” tetapi tidak “MENEGAKAN SHOLAT”, padahal mengerjakan sholat itu tidak diperintah di dalam Al-qur'an, tidak diperintah mengerjakan sholat di dalam Al-Qur'an, yang ada perintah "MENEGAKKAN SHOLAT'. Oleh sebab itu, orang-orang yang sholatnya tidak TEGAK, yang tidak menegakkan sholat, itu pasti hidupnya kropos, hidupnya tidak akan TEGAK, hidupnya kropos dikroposi oleh perbuatan-perbuatan Fahsya dan Mungkar, Akhirnya menjadi hidup yang rapuh, yang mudah dirobohkan oleh hal-hal yang negatif.


sumber :

0 komentar:

Posting Komentar